5 Jenis Partnership dalam Bisnis yang Perlu Diketahui!

Facebook
Twitter
LinkedIn
5 Jenis Partnership dalam Bisnis yang Perlu Diketahui!

Dalam menjalani bisnis, Anda harus memahami apa itu partnership atau kemitraan. Partnership adalah kerja sama atau kemitraan untuk saling berbagi tanggung jawab, keuntungan, dan risiko dalam menjalankan suatu bisnis. Contoh partnership dalam bisnis terlihat pada kolaborasi yang dilakukan oleh Burger King dan McDonald’s dalam menghasilkan produk.

Pelajari lebih lanjut tentang 5 Strategi Tingkatkan Retensi Karyawan yang Bisa DIterapkan

Kemitraan menjadi hal yang penting karena dapat memperluas jaringan. Mitra bisnis bisa membuka pintu bagi perusahaan untuk berkenalan dengan rekan bisnis lainnya. Di samping itu, kemitraan dalam bisnis akan meningkatkan sumber daya serta menurunkan risiko. Pasalnya, adanya mitra bisnis akan menambah sumber daya yang membantu bisnis berkembang dengan cepat serta menangani risiko dengan lebih mudah.

Jenis-Jenis Partnership Business

Dengan keuntungan tersebut, tentu Anda tidak ragu untuk menjalani kemitraan dalam berbisnis, bukan? Anda harus memilih jenis kemitraan bisnis agar bisa merasakan manfaatnya secara maksimal. Berikut ini adalah jenis-jenis kemitraan dalam bisnis yang bisa menjadi pilihan.

Kemitraan Umum

Jenis kemitraan ini menjadikan semua pihak yang kerja sama memiliki tanggung jawab dan kewajiban sama. Kedua pihak juga berbagi keuntungan dan kerugian yang sama. Karena itulah, kelebihan dari kemitraan ini adalah pihak yang bekerja sama memiliki hak sama. Namun, konflik yang lebih besar bisa saja muncul dalam kerja sama ini.

Kemitraan Terbatas

Berbeda dengan kemitraan general, kemitraan ini memiliki tanggung jawab yang terbatas karena hanya menanggung modal yang diinvestasikan dalam suatu bisnis. Kelebihannya, kerja sama ini tidak membebani mitra yang bergabung dengan bisnis. Hal ini menjadikan perusahaan harus menanggung risiko lainnya, seperti utang.

Limited Liability Partnership

Kemitraan ini sekadar menuntut setiap anggota menanggung utang atau risiko sebagian saja. Meski demikian, setiap anggota bisa berpartisipasi dalam mengambil keputusan. Sayangnya, kemitraan ini mendatangkan biaya operasional yang mungkin lebih tinggi dan proses yang dilakukan juga cenderung lebih rumit.

Joint Venture

Joint venture dijalankan oleh dua atau lebih perusahaan atau perorangan untuk menangani sebuah proyek. Risiko, biaya, dan keuntungan saling dibagi antara anggota. Kemitraan ini juga membantu memperluas pangsa pasar. Hanya saja, kemungkinan besar akan terjadi konflik karena sulit dalam mengatur keputusan yang dibuat.

Strategic Alliance

Kerja sama ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan produk atau layanan baru. Dalam kerja sama ini, perusahaan bertanggung jawab secara mandiri ketika mendapat keuntungan dan kerugian. Dengan begitu, perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dapat saling berbagi pengalaman, tetapi jika salah satu mengundurkan diri bisa jadi perusahaan kehilangan teknologi.

Kira-kira, manakah jenis kemitraan yang cocok diterapkan di perusahaan Anda?