Penting! Etika Bisnis yang Patut Diketahui oleh Perusahaan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Etika bisnis 2

Etika bisnis adalah aturan yang berkaitan dengan cara mengelola suatu usaha, baik yang dibuat secara tertulis maupun tidak. Dengan kata lain, tujuan etika bisnis adalah mengontrol jalannya suatu bisnis agar tetap berada pada koridornya. Sebelum membahas lebih lanjut, ada beberapa teori terkait etika dalam menjalankan suatu usaha. Adapun teori tersebut adalah sebagai berikut.

  • Teori keutamaan: Teori ini berisi tentang keutamaan cara memandang perilaku dalam menjalankan bisnis.
  • Teori hak: Teori ini berhubungan dengan hak berbicara tentang hal yang pantas disampaikan ketika berbisnis.
  • Teori deontologi: Teori ini berkaitan dengan sikap terhadap tanggung jawab yang diberikan dalam aktivitas bisnis.
  • Teori teleologi: Teori yang satu ini bersinggungan dengan tujuan akhir yang hendak dicapai oleh suatu perusahaan.

Baca juga: KPI Perusahaan: Ukur Kesuksesan Perusahaan dengan Efektif

Prinsip Etika Bisnis yang Perlu Diketahui

Selain empat teori dasar, ada juga prinsip yang perlu dijalankan agar penerapannya lebih tepat. Berikut ini adalah prinsip yang perlu Anda ketahui terkait etika dalam berbisnis.

1. Otonomi

Seorang pelaku bisnis harus memiliki kemampuan mengambil keputusan yang baik. Dalam prinsip otonomi, pengambilan keputusan menjadi wewenang perusahaan secara penuh. Oleh karena itu, visi dan misi perusahaan yang disusun haris mampu membawa kesejahteraan bagi pihak-pihak yang terlibat dengan perusahaan.

2. Equilibrium

Tidak sekadar mampu mengambil keputusan dengan tepat. Akan tetapi, perusahaan harus mampu menghadirkan keputusan yang seimbang. Artinya, keputusan tidak memihak salah satu pihak sehingga menimbulkan kecemburuan.

3. Free Will

Perusahaan juga harus memberikan kesempatan yang sama terhadap setiap individu yang menjadi bagian perusahaan. Perusahaan tidak boleh membatasi potensi individu demi kepentingan seseorang atau suatu kelompok tertentu.

4. Responsibility

Pelaku usaha melalui perusahaannya juga harus berani bertanggung jawab atas segala hal yang telah terjadi. Hal ini juga menunjukkan sisi profesional dari sebuah perusahaan yang akan berpengaruh terhadap citra diri.

5. Honesty

Dalam menjalani aktivitas bisnis perlu juga transparansi atau kejujuran. Kejujuran akan memupuk kepercayaan, baik dalam internal perusahaan maupun dengan pihak luar perusahaan. Dengan begitu, jika ada masalah akan lebih mudah diselesaikan.

Meski demikian, dalam praktiknya sering terjadi pelanggaran etika bisnis. Contoh etika bisnis yang dilanggar adalah adanya penimbunan masker pada masa pandemi Covid-19. Pelanggaran tersebut tentu menyusahkan berbagai pihak. Bahkan, cenderung merugikan. Untuk itulah, penting memperhatikan etika dalam menjalani aktivitas di perusahaan.