Sistem Pergudangan: Pahami 8 Prosesnya agar Lebih Tertata

Facebook
Twitter
LinkedIn
Sistem Pergudangan Pahami 8 Prosesnya agar Lebih Tertata (1)

Perusahaan sebaiknya menerapkan sistem pergudangan modern untuk mengelola stok barang di gudang, terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan retail.. Sistem warehouse atau sistem pergudangan adalah sistem yang diterapkan untuk memudahkan manajemen gudang. Sistem warehouse akan memudahkan pelacakan barang sehingga tidak terjadi kekeliruan.

Baca juga: Ketahui 7 Manfaat Pelatihan Karyawan bagi Perusahaan

Sistem warehouse juga menghindari risiko human error dan dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan. Di samping itu, perusahaan akan lebih mudah dan cepat dalam mengatur tempat penyimpanan barang. Hal ini tentu lebih hemat waktu. Pelayanan terhadap konsumen pun lebih cepat karena barang yang hendak dikirim mudah untuk ditemukan. Dengan begitu, kepuasan pelanggan dapat meningkat secara signifikan.

Memahami Proses Sistem Pergudangan yang Baik

Sistem warehouse mengusung prinsip produk yang dipesan pelanggan dapat sampai tempat waktu dalam keadaan yang baik. Di samping itu, pelanggan juga menjadi lebih muda dan cepat dalam mendapatkan informasi ketersediaan produk. Oleh karena itu, perusahaan bisa melihat contoh sistem pergudangan yang sudah berhasil diterapkan di sebuah perusahaan. 

Dalam sistem pergudangan, ada proses yang umum terjadi. Setiap perusahaan tentu harus memahaminya dengan baik. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

  • Receiving: adalah penanganan produk yang masuk ke gudang dengan menempelkan barcode. Ketika barcode di-scan akan memberikan informasi kategori, jenis, dan penempatan produk.
  • Put-away: adalah peletakkan barang di gudang. Untuk memudahkan pencarian, produk dapat ditempatkan berdasarkan jenis dan kategorinya yang diurutkan berdasarkan kriteria tertentu.
  • Picking: adalah pengambilan barang dari penyimpanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dengan begitu, risiko kesalahan dapat diminimalisasi dan tidak memakan banyak waktu.
  • Packing: adalah pengemasan barang sesuai dengan pesanan konsumen. Pengemasan perlu dilakukan dengan baik supaya keamanan produk terjaga. Hal ini menghindari terjadinya kerusakan.
  • Dispatching: adalah rangkaian proses di gudang yang berawal dari perjalanan barang dari gudang hingga ke konsumen. Proses dianggap berhasil jika barang aman dan tepat waktu sampai ke konsumen.
  • Returns: adalah proses pengembalian barang ke gudang yang dilakukan oleh pelanggan. Hal ini dihindari oleh perusahaan karena prosesnya cenderung rumit karena adanya pencatatan.
  • Stock take: adalah pengendalian jumlah barang persediaan yang ada di gudang. Hal ini dilakukan dengan mencocokan jumlah barang yang ada di gudang dengan data yang tersimpan di sistem.
  • Reporting: adalah laporan yang berisi informasi tentang manajemen gudang. Laporan ini berisi tentang jumlah barang yang ada di gudang serta pencatatan barang yang keluar masuk gudang.

Setelah memahami keuntungan serta prosesnya, silakan terapkan sistem warehouse di perusahaan Anda. Hal ini akan mempermudah perusahaan dalam mengelola barang yang keluar dan masuk ke gudang.