Strategi Social Media Marketing untuk Tingkatkan Promosi

Facebook
Twitter
LinkedIn
Social Media Marketing

Apa itu social media marketing (SMM) atau pemasaran media sosial? Social media marketing adalah pemasaran digital yang memanfaatkan platform media sosial dengan tujuan mempromosikan produk atau layanan. Media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk strategi marketing, antara lain, adalah Facebook, Twitter, Linkedin, Instagram, TikTok, dan Youtube.

Strategi pemasaran ini dinilai efektif karena hampir sebagian masyarakat memiliki akun media sosial. Tidak sekadar memiliki, masyarakat juga sering beraktivitas dengan media sosial. Dengan begitu, produk atau layanan yang dipromosikan akan bisa diakses secara luas oleh masyarakat. Hal ini tentu akan berdampak pada meningkatnya penjualan perusahaan.

Baca juga: 5 Formula Copywriting agar Banjir Klik Pengunjung

Strategi Social Media Marketing yang Perlu Diterapkan

Meskipun promosi yang dilakukan akan lebih luas, perusahaan tetap harus menyiapkan strategi social media marketing. Dengan membuat strategi, perusahaan dapat bersaing dengan kompetitor perihal pemasaran produk atau layanan. Berikut ini adalah strategi yang bisa diterapkan.

1. Melakukan audit media sosial

Sebelum menerapkan strategi marketing ini sebaiknya Anda melakukan audit media sosial. Audit dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat efektivitasnya. Selain itu, audit juga bertujuan untuk mengenali karakteristik pengguna media sosial. Dengan begitu, konten marketing bisa disesuaikan sehingga lebih tepat sasaran.

2. Menetapkan tujuan dan menentukan metrik

Strategi pemasaran dilakukan dengan tujuan tertentu. Anda bisa menentukan apakah pemasaran dilakukan untuk meningkatkan engagement, meningkatkan brand awareness, mendapat banyak konsumen, atau perpaduan ketiganya. Setelah menentukan tujuan, Anda bisa menentukan metrik untuk mencapai tujuan tersebut.

3. Memeriksa target audiens

Anda juga harus memeriksa target audiens. Artinya, Anda perlu menentukan persona audiens untuk mengetahui karakteristiknya. Anda bisa mencari tahu demografis audiens hingga karakter psikografis. Dengan begitu, Anda akan dapat membuat konten yang sesuai dengan karakter serta kebutuhan audiens sehingga tepat sasaran.

4. Menyusun strategi konten

Selain harus sesuai dengan karakteristik audiens, konten marketing juga harus dibuat secara konsisten. Akan lebih baik jika Anda menyiapkan brief konten terlebih dahulu sebagai dasar panduan. Kemudian, tidak lupa juga Anda membuat kalender konten untuk mengatur jadwal pengunggahannya. Yang tidak kalah penting adalah konten harus dibuat menarik.

5. Menyelidiki kompetitor

Tentunya, bukan hanya perusahaan Anda yang melakukan strategi pemasaran demikian. Oleh karena itu, Anda bisa mengamati kompetitor, terkhusus yang bergerak di bidang bisnis serupa. Dengan menyelidiki kompetitor, Anda bisa jadi akan mendapatkan inspirasi dalam membuat konten marketing yang lebih inovatif.

Strategi marketing ini menjadi pilihan bagi Anda untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Namun, tentu Anda harus membuat rancangan dengan matang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.