Penyebab Perbedaan Realisasi Dan Anggaran Dalam Pengadaan Barang

Facebook
Twitter
LinkedIn
Perbedaan Realisasi dan Anggaran

Perbedaan realisasi dan anggaran dalam pengadaan barang sering kali terjadi. Adanya perbedaan tersebut menunjukkan bahwa perencanaan pengadaan barang masih memiliki celah dan titik lemah. Oleh karena itu, setiap instansi yang akan mengadakan barang sudah sepantasnya membuat perencanaan yang matang dan mendetail.

Pembuatan rencana anggaran belanja barang umumnya berdasarkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri). Namun, HPS tersebut terkadang meleset jauh dari harga yang ada di pasaran. Hal itu terjadi karena tidak adanya riset mendalam ketika menentukan HPS. Untuk itu, kita perlu mengetahui faktor penyebab anggaran tidak terealisasi. Selain itu, kita juga perlu mengetahui solusi jika anggaran tidak sesuai dengan realisasi.

Baca juga : Kenali Dampak Perubahan Material Pada Proses Pengadaan

Menelisik Penyebab Perbedaan Realisasi dan Anggaran Belanja

Adanya perbedaan budget dan realisasi dalam pengadaan barang tentu memiliki dampak yang signifikan. Padahal, tujuan anggaran adalah sebagai bentuk perkiraan. Oleh karena itu, pada artikel ini akan ada pembahasan terkait penyebab perbedaan realisasi dan anggaran dalam pengadaan barang. Adapun faktor penyebab perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Terjadinya perubahan asumsi ekonomi makro

Asumsi ekonomi makro menjadi dasar dalam perancangan anggaran belanja. Asumsi ekonomi makro meliputi pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, hingga nilai tukar rupiah. Sayangnya, asumsi ekonomi makro terkadang belum menunjukkan perubahan-perubahan kondisi eksternal yang berpengaruh terhadap pembuatan rencana anggaran.

2. Munculnya kekeliruan penetapan biaya penganggaran

Kekeliruan penetapan biaya penganggaran dapat terjadi karena tidak relevannya satuan biaya barang. Hal ini bisa dipicu oleh banyak faktor, seperti kenaikan harga barang yang tiba-tiba. Kenaikan harga tersebut pun memiliki banyak penyebab. Misalnya saja, kenaikan harga terjadi sebagai akibat dari kelangkaan barang.

3. Adanya tumpang tindih aturan pengadaan

Pemerintah tentunya telah membuat aturan terkait pengadaan barang dan jasa. Beberapa instansi juga memilih membuat aturan sendiri terkait pengadaan barang dan jasa. Yang menjadi permasalahan, aturan dari pemerintah tidak selaras dengan aturan instansi. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi realisasi anggaran.

4. Terdapat kendala pelaksanaan pengadaan barang dan jasa

Tidak bisa kita pungkiri dalam proses pengadaan barang pasti terdapat kendala, baik kecil maupun besar. Kendala tersebut dapat mempengaruhi ketidaksesuaian anggaran dan realisasinya. Salah satu contoh kendala yang bisa berpengaruh terhadap ketidaksesuaian anggaran adalah adanya tindak pidana korupsi.

5. Penyerapan anggaran belum terproyeksi dengan baik

Terkadang perencanaan anggaran untuk pengadaan barang dan jasa memang telah dibuat dengan baik. Hanya saja, penyerapan anggaran tersebut belum terproyeksi dengan baik. Dengan kata lain, perencanaan hanyalah bersifat formalitas. Tidak mengherankan jika terjdai perbedaan realisasi dan anggaran.

Cari Tahu Solusi Jika Anggaran Tidak Sesuai dengan Realisasi

Karena perbedaan realisasi dan anggaran sering terjadi sudah seharusnya kita menemukan solusinya. Salah satu solusi yang paling tepat adalah menerapkan prinsip-prinsip anggaran berbasis kerja. Prinsip tersebut terbagi menjadi tiga hal sebagai berikut.

  • Transparansi : Keterbukaan dalam pengadaan barang memang penting. Dengan adanya keterbukaan risiko penggelapan dana akan terhindarkan. Dengan begitu, realisasinya akan lebih jelas.
  • Akuntabilitas : Prinsip akuntabilitas berkaitan dengan tanggung jawab. Bentuk pertanggungjawaban tersebut dapat tertuang dalam bentuk laporan pengadaan barang. Laporan tersebut juga bisa menjadi dasar untuk evaluasi pengadaan.
  • Value for Money : Prinsip value for money terdiri dari tiga hal, yaitu ekonomis, efisien, dan efektif. Dengan menerapkan ketiga hal tersebut, penyusunan anggaran harapannya dapat tepat sasaran.

Demikianlah pembahasan tentang faktor penyebab dan solusi dari perbedaan anggaran dengan kenyataan. Semoga saja dengan mengetahui faktor penyebab dan solusi tersebut, proses pengadaan barang dapat berjalan dengan baik.