Mengenal Risiko Bisnis, Jenis-Jenis, dan Upaya Menanganinya

Facebook
Twitter
LinkedIn
Risiko Bisnis

Risiko bisnis adalah munculnya ketidakpastian pada masa yang akan datang yang dapat mengancam keberlangsungan suatu perusahaan. Pengertian risiko bisnis yang lain adalah konsekuensi dari ketidakpastian yang memunculkan dampak merugikan bagi perusahaan. Dengan demikian, perusahaan perlu memperhatikan risiko yang mengancam usahanya.

Contoh risiko bisnis yang bisa mengancam berbagai jenis perusahaan adalah kehilangan kepercayaan pelanggan. Kepercayaan pelanggan yang hilang dapat menurunkan jumlah penjualan. Hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan produk berkualitas serta pelayanan prima.

Baca juga: Cari Tahu tentang Umbrella Branding dan Keuntungannya!

Jenis-Jenis Risiko Bisnis dan Cara Menanganinya

Jika ditelaah lebih lanjut, Anda akan mendapati jenis-jenis risiko bisnis. Berbagai jenis risiko tersebut dapat ditangani dengan manajemen risiko bisnis. Namun, terkadang risiko tersebut hanya dapat diminimalkan. Cara meminimalkan risiko-risiko bisnis adalah dengan mengenali jenisnya. Dari jenis bisnis, Anda akan lebih mudah menemukan solusi yang tepat.
Risiko strategik

Jenis risiko ini muncul karena strategi dalam membangun usaha kurang matang. Anda memang dituntut untuk menyusun strategi bisnis yang matang. Namun, Anda juga harus memperkirakan strategi untuk menghadapi pesaing bisnis. Pertimbangkan juga keinginan pasar agar produk mudah diterima oleh masyarakat.

1. Risiko kepatuhan

Dalam membangun bisnis, tentu ada aturan yang mengikatnya. Jika Anda melanggar aturan-aturan tersebut, berarti Anda akan menghadapi risiko kepatuhan. Anda bisa saja dikenai sanksi atas pelanggaran yang terjadi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui aturan yang ada terkait bisnis yang hendak dijalani.

2. Risiko operasional

Sesuai dengan namanya, risiko jenis ini berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. Tidak jarang, penyebab munculnya risiko ini adalah human error. Oleh sebab itu, sudah sewajarnya jika perusahaan menyeleksi sumber daya manusia yang ahli dan terampil. Selain itu, perusahaan bisa menyiapkan inventaris cadangan.

3. Risiko finansial

Risiko finansial dikaitkan dengan kerugian keuangan. Perusahaan mengalami kewalahan terhadap arus masuk dan keluar uang. Tidak jarang risiko ini terjadi karena pelanggan tidak tepat waktu dalam melakukan pelunasan. Solusi yang paling mudah adalah menjual sebagian saham perusahaan. Jika tidak memungkinkan, perusahaan bisa melakukan kerja sama dengan relasi atau mencari investor.

4. Risiko reputasional

Reputasi adalah nama baik perusahaan. Jika nama baik tersebut rusak, tentu perusahaan akan menerima berbagai dampak buruk. Konsumen enggan menggunakan produk dari perusahaan. Klien pun tidak mau bekerja sama. Bahkan, karyawan akan memilih meninggalkan perusahaan. Untuk itu, perusahaan perlu konsisten dalam menjaga kualitas produk dan layanan.

Dengan mengenali jenisnya, risiko dalam bisnis akan mudah teratasi. Hal ini karena perusahaan bisa menyiapkan solusi yang ampuh untuk menanganinya.