5 Tujuan Pembuatan SOP Perusahaan yang Harus Diketahui!

Facebook
Twitter
LinkedIn
SOP Perusahaan

Standar Operating Procedure atau SOP perusahaan menjadi pengikat karyawan agar bekerja secara profesional. Hal ini karena SOP perusahaan adalah pedoman yang digunakan untuk menjalankan bisnis. SOP berisi instruksi yang berupa langkah-langkah untuk melakukan suatu pekerjaan. Selain sebagai pedoman, SOP menjadi sarana komunikasi untuk menunjang produktivitas.

SOP bukan sekadar menjadi kelengkapan berkas yang harus dimiliki ketika hendak membangun bisnis. Pembuatan SOP memiliki tujuan tertentu. Adapun tujuan pembuatan SOP perusahaan adalah sebagai berikut.

Memudahkan perusahaan membuat peraturan

Perusahaan dapat mengatur karyawannya dengan adanya standar operasional prosedur. Hal ini karena SOP berisi langkah-langkah dalam menjalankan tugas dalam bekerja. Dari situlah, perusahaan membuat peraturan dan sanksi.

Membantu karyawan memahami peraturan

Di samping itu, adanya SOP juga memudahkan untuk membuat tugas utama untuk setiap karyawan. Batasan pekerjaan juga dapat ditentukan sehingga setiap karyawan dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan porsinya dan tidak berlebihan.

Mendukup perusahaan memenuhi target

Setiap perusahaan pasti memiliki target atau pencapaian yang berbeda-beda. Dengan adanya SOP, target tersebut akan mudah dicapai. Pasalnya, SOP yang berisi langkah-langkah kerja akan memandu kerja karyawan.

Memandu karyawan baru dalam bekerja

Karyawan baru di sebuah perusahaan tentu belum memahami alur kerja untuk posisi yang ditempatinya. Selain dijelaskan secara langsung, SOP dapat digunakan sebagai panduan bagi karyawan baru dalam bekerja.

Mengurangi risiko kesalahan fatal

Langkah-langkah yang tertera pada SOP diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko kesalahan fatal. Oleh karena itu, SOP dibuat sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan untuk pekerja.

Cara Membuat SOP Perusahaan

Prinsip dalam membuat SOP adalah mudah dipahami. Selain itu, SOP juga harus efektif dan efisien, terukur dengan jelas, dinamis, serta terperinci dan selaras dengan visi dan misi. Untuk itu, ikutilah cara membuat SOP berikut ini.

  • Membentuk tim: Langkah pertama, perusahaan membentuk tim dengan anggotan yang kompeten sehingga bisa menentukan langkah-langkah kerja yang efektif.
  • Mengidentifikasi proses bisnis: Tim yang telah dibentuk harus mengidentifikasi proses bisnis agar mendapatkan gambaran terkait alur kerja di perusahaan.
  • Menentukan format: Setelah itu, tim harus menentukan format SOP perusahaan yang mudah dipahami. Format tersebut dapat berisi diagram alur kerja, bagan organisasi, instruksi, dan checklist.
  • Membuat alur kerja: Selanjutnya adalah membuat alur kerja yang berbentuk diagram dengan rinci agar dapat dijadikan sebagai panduan dalam kegiatan operasional.
  • Melakukan simulasi: Setelah semua bagian SOP sudah jadi, tim akan melakukan pengujian untuk melihat keefektifan SOP jika diterapkan.
  • Mengevaluasi: Dari pengujian yang dilakukan akan didapat celah-celah yang bisa diperbaiki untuk memaksimalkan kinerja di perusahaan.
  • Menyosialisasikan: Setelah semua sudah sesuai, perusahaan hanya perlu melakukan sosialisasi kepada seluruh karyawan.

Mulailah siapkan SOP yang paling sesuai untuk mendukung aktivitas operasional. Lakukan masa percobaan untuk mengetahui hasilnya. Jika dirasa kurang pas, SOP bisa diperbaiki agar lebih tepat.

Baca Juga: 4 Langkah Efektif Analisis Pasar untuk Kembangkan Bisnis