Digital Branding: Terobosan Baru untuk Meraup Keuntungan!

Facebook
Twitter
LinkedIn
digital branding

Digital branding menjadi terobosan baru bagi suatu perusahaan untuk mengenalkan produk atau jasa. Hal ini sebagai strategi kreatif untuk menarik calon konsumen. Lantas, sebenarnya apa itu digital branding? Yuk, kita cari tahu pengertian digital branding.

Digital branding adalah proses pengisahan tentang produk atau jasa perusahaan dengan memanfaatkan ruang digital. Dengan kata lain, strategi branding ini berupaya memanfaatkan kemajuan teknologi demi mendukung pencapaian target perusahaan. Konsep digital branding adalah menjalin kedekatan dengan konsumen tanpa adanya pemaksaan untuk membeli produk atau jasa.

Contoh digital branding yang dengan mudah diterapkan adalah website. Untuk keperluan branding, website seharusnya mudah diakses oleh calon konsumen. Perusahaan harus mampu menghadirkan website yang nyaman digunakan untuk konsumen.

Strategi Digital Branding yang Bisa Diterapkan

Agar branding dapat berjalan dengan baik, tentu perlu strategi yang matang. Elemen-elemen branding pun perlu disiapkan. Berikut ini adalah contoh elemen untuk membangun strategi branding.

  • Logo dan Tagline

Logo dan tagline merupakan elemen dasar dalam sebuah branding. Pastikan perusahaan tidak terlalu sering mengubah logo dan tagline. Hal ini karena logo dan tagline menjadi nyawa bagi brand yang akan dikenalkan kepada masyarakat. Jika terlalu sering diubah, masyarakat juga akan bingung sehingga masyarakat tidak mudah untuk mengingatnya.

  • Website

Setelah menciptakan logo dan tagline, langkah selanjutnya adalah membangun website. Pastikan website mudah diakses oleh konsumen. Artinya, website tidak sering mengalami masalah dan memiliki keterbacaan yang baik. Perusahaan bisa menuliskan informasi yang bermanfaat kemudian mengoptimalisasinya dengan menfaatkan SEO.

  • Media Sosial

Website brand bisa didukung dengan media sosial yang dikelola dengan baik. Pasalnya, pengguna media sosial di Indonesia sudah banyak. Perusahaan bisa memanfaatkan Instagram, Facebook, atau TikTok. Namun, pastikan konten yang dibuat menarik dan berkualitas. Konten dapat berupa gambar atau video. Akan lebih baik, jika konten media sosial mengikuti isu yang sedang hangat.

  • Email Marketing

Meskipun disebut sebagai strategi lama, alangkah baiknya perusahaan tetap memanfaatkan email marketing. Penggunaan email marketing memberikan kesan lebih personal sehingga dianggap lebih efektif. Perusahaan pun bisa sekadar membuat pesan yang tidak perlu dibalas oleh penerimanya.

  • Influencer

Seiring dengan berkembangnya zaman, kini hadir profesi baru sebagai influencer. Influencer tersebut bisa berupa seorang selebgram atau youtuber. Perusahaan bisa melakukan kerja sama dengan influencer untuk keperluan branding. Namun, perusahaan harus menyiapkan dana berlebih karena biasanya influencer mematok harga tertentu jika ingin menggunakan jasanya.

Baca juga: Tips Memperkuat Brand Awareness Perusahaan

Berbagai elemen dan strategi branding tersebut akan lebih baik jika diterapkan secara beriringan. Dengan begitu, perusahaan akan merasakan hasil yang lebih maksimal. Jika berhasil, perusahaan akan mendapatkan manfaatnya. Salah satunya adalah muncul trust dari relasi dan konsumen. Alhasil, hubungan antara perusahaan dan relasi atau konsumen akan makin erat.