5 Tahapan Manajemen Isu untuk Pertahankan Perusahaan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Manajemen Isu

Manajemen isu adalah proses pengelolaan isu yang berdampak pada perusahaan, baik positif maupun negatif. Proses manajemen isu atau issue management dilakukan untuk membuka peluang dalam meningkatkan reputasi perusahaan. Adanya manajemen tersebut juga menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan pihak lain yang bersangkutan.

Dari hal tersebut diketahui bahwa tujuan manajemen isu adalah meminimalkan risiko yang menerpa perusahaan sekaligus menciptakan peluang baik. Bahkan, manajemen tersebut juga bertujuan untuk mengelola citra perusahaan. Agar makin mudah dalam penanganannya, alangkah baiknya perusahaan membentuk tim manajemen isu.

Baca juga: 5 Alasan Konten Marketing Penting! Sudah Tahukah Anda?

Tahapan Manajemen Isu untuk Sebuah Perusahaan

Secara sekilas issue management mungkin tampak serupa dengan crisis management. Memang, kedua jenis manajemen itu menjadi bagian dari public relation yang dimanfaatkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Hanya saja, issue management berupa tindakan proaktif, sedangkan crisis management berupa tindakan reaktif.

Penerapan issue management dalam suatu perusahaan terdiri dari lima tahapan. Adapun kelima tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi Risiko

Langkah awal yang biasa dilakukan adalah mengidentifikasi risiko. Tahapan ini dapat dilakukan dengan brainstorming bersama anggota tim. Hal ini dilakukan untuk melacak permasalahan yang mungkin terjadi pada perusahaan. Untuk memudahkan dalam visualisasi, penggunaan mind map sangat dianjurkan.

2. Menganalisis Risiko

Setelah diidentifikasi, tahapan selanjutnya adalah menganalisis risiko. Langkah ini dilakukan untuk memikirkan risiko yang paling mungkin terjadi. Di samping itu, analisis risiko dilakukan untuk mengetahui konsekuensi yang mungkin dialami oleh perusahaan dari setiap risiko potensial yang terjadi.

3. Mengatur Prioritas Risiko

Analisis risiko yang dilakukan akan mempermudah perusahaan dalam membuat daftar prioritas terkait risiko. Daftar urutan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan dalam menentukan risiko mana yang paling besar dan paling penting untuk diselesaikan dengan segera.

4. Mengelola Risiko

Pada tahapan ini, perusahaan sudah harus membuat rencana penyelesaian risiko. Rencana penyelesaian tersebut dapat didasarkan pada hasil identifikasi, analisis, serta pengaturan prioritas yang sudah dilakukan agar lebih efektif.

5. Memonitor Risiko

Walaupun risiko sudah diatasi, perusahaan tetap harus melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Monitoring yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah langkah yang dilakukan untuk mengatasi suatu risiko sudah efektif atau belum. Kemudian, monitoring dilakukan juga untuk mengetahui apakah perlu dilakukan perbaikan atau tidak.

Itulah tahapan issue management yang bisa diterapkan di perusahaan Anda.